Pages

Bagaimana cara menginterfacekan Microcontroller ke Handphone Nokia 3310

Kamis, 20 Agustus 2009
Bagaimana cara menginterfacekan Microcontroller ke Handphone Nokia 3310 anda Beberapa handphone Nokia memiliki sistem koneksi yang dinamakan F-Bus dan M-bus yang dapat digunakan untuk menghubungkan handphone dengan komputer atau mungkin mikrokontroller. Sistem koneksi tersebut dapat digunakan untuk mengatur semua fungsi pada handphone, termasuk untuk mengirim dan menerima SMS.

Pada gambar diatas adalah beberpa tipe handphone populer keluaran Nokia dengan tipe Nokia 3310 / 3315 yang memiliki F/M Bus yang terletak dibawah tempay battery. Pada gambar disebelah kiri memperlihatkan 4 pad yang digunakan untuk koneksi F dan M Bus. Sedangkan gambar yang disebelah kanan adalah memperlihatkan kabel F-Bus yang terhubung dengan Nokia 3310.

Pada gambar diatas adalah beberpa tipe handphone populer keluaran Nokia dengan tipe Nokia 3310 / 3315 yang memiliki F/M Bus yang terletak dibawah tempay battery. Pada gambar disebelah kiri memperlihatkan 4 pad yang digunakan untuk koneksi F dan M Bus. Sedangkan gambar yang disebelah kanan adalah memperlihatkan kabel F-Bus yang terhubung dengan Nokia 3310.

Kabel data seperti yang terlihat pada gambar diatas sebelah kanan dapat anda dapatkan di beberpa toko handphone dan toko elektronik. Akan tetapi harga yang harus anda keluarkan untuk membelinya sangat mahal sekali. Dengan kabel tersebut anda dapat mengpload ring tone, picture dari komputer ke handphone anda. Pada kabel tersebut terdapat rangkian elektronik yang mengubah level signal 3V ke level signal RS232.

Download Artikel Lengkap dalam PDF

atau anda bisa klik link berikut untuk informasi lebih lengkap

Read more ...

Parallel Port Computer & Pemrogramannya Dengan VB6.0

Kamis, 20 Agustus 2009
Parallel Port Computer & Pemrogramannya Dengan VB6.0

Pendahuluan

Port Parallel banyak digunakan dalam berbagai macam aplikasi Interface. Port ini membolehkan kita memiliki masukan hingga 8 bit atau keluaran hingga 12 bit pada saat yang bersamaan dengan hanya membutuhkan sedikit rangkaian eksternal sederhana untuk melakukan suatu tugas tertentu.

Port Parallel ini terdiri dari :

a. 4 Jalur Kontrol.

b. 5 Jalur Status.

c. 8 Jalur Data.

Port parallel terbaru yang distandarisasi dengan IEEE.1284 yang dikeluarkan pada tahun 1984, mendifinisikan 5 macam mode operasi sebagai berikut :

1. Mode Kompatibilitas

2. Mode Nibble

3. Mode Byte

4. Mode EPP

5. Mode ECP

Tujuan Standarisasi ini adalah untuk mendesain driver dan perlatan yang baru sehingga kompatibel dengan peralatan lainnya dan standard parallel port sebelumnya (SPP) yang diluncurkan pada tahun 1981.

Mode Kompatibilitas, Nibble, dan Byte digunakan sebagai standard perangkat keras yang tersedia di port parallel original. Sedangkan untuk EPP dan ECP membutuhkan tambahan hardware sehingga mampu bekerja dengan kecepatan tinggi.

Mode Kompatibilitas atau sering disebut “Centronics” hanya dapat mengirimkan data pada arah maju (dari Host ke device external) dengan kecepatan 50 Kbyte sampai 150 Kbyte perdetik. Untuk menerima data harus diubah modenya menjadi mode Nibble atau Byte. Mode Nibble dapat menerima data 4 bit (Nibble) sedangkan mode Byte dapat menerima data 8 bit (1 byte).

Penjelasan Umum Port Parallel

Port ECP dan EPP menggunakan tambahan hardware untuk menghasilkan dan mengatur handshaking (Sinyal – Sinyal tanda acknowledge).

Untuk mengeluarkan sebuah byte ke port parallel dengan menggunakan Mode Kompatibel, maka software harus mempunyai urutan kerja sebagai berikut:

  1. Tuliskan data byte ke jalur Port Data
  2. Periksa apakah printer sedang sibuk?, jika printer sibuk maka printer tidak akan menerima data, yang akan mengakibatkan data hilang.
  3. Menjadikan sinyal Strobe (pin 1) menjadi Low (=0), hal ini berguna untuk memberitahu ke printer bahwa ada data yang siap dikirimkan pada jalur Port Data (pin 2 s/d pin 9)
  4. Jadikan kembali sinyal Strobe High (=1) setelah menunggu kira – kira 5 microsecond dari keadaan pada langkah 3.

Protokol EPP mempunyai empat macam siklus transfer data yang berbeda, yaitu :

  1. Siklus baca data (Data Read)
  2. Siklus baca alamat (Address Read)
  3. Siklus tulis data (Data Write)
  4. Siklus tulis alamat (Address Write)

Siklus data digunakan untuk mentransfer data antara host dan periperal. Siklus alamat digunakan untuk mengirimkan alamat saluran (channel) atau informasi perintah dan kontrol.

Sesuai dengan standard IEEE 1284 ada tiga jenis parallel port yang bisa digunakan :

  1. 1284 Tipe A adalah konektor DB-25 yang banyak dijumpai pada komputer-komputer saat ini
  2. 1284 Tipe B adalah konektor Centronics 34 Pin yang banyak dijumpai pada printer
  3. 1284 Tipe C adalah konektor 36 Pin yang mirip dengan Centronics namun lebih kecil. Konektor ini diklaim memiliki pengunci (Latch) jenis klip (Clip), sifat elektrik yang lebih baik dan mudah dirakit. Juga mengandung pin tambahan yang dapat digunakan untuk mendeteksi apakah piranti yang terpasang memiliki daya atau tidak.

Dadftar pin DB-25 dan Centronics (PS = Printer Status, PC = Printer Control)

Pin 1. = Strobe’ (Register PC0’)

Pin 2. = Data 0 (Register Data)

Pin 3. = Data 1 (Register Data)

Pin 4. = Data 2 (Register Data)

Pin 5. = Data 3 (Register Data)

Pin 6. = Data 4 (Register Data)

Pin 7. = Data 5 (Register Data)

Pin 8. = Data 6 (Register Data)

Pin 9. = Data 7 (Register Data)

Pin 10. = ACK (Register PS6)

Pin 11. = Busy’ (Register PS7’)

Pin 12. = Paper Out / Paper End (Register PS5)

Pin 13. = Select (Register PS4)

Pin 14. = Autofeed’ (Register PC1’)

Pin 15. = Error (Register PS3)

Pin 16. = Initialize (Register PC2)

Pin 17. = Select in’ (Register PC3)

Pin 18-25. = Ground

Keluaran dari port parallel adalah keluaran TTL, sedangkan arus Sink / Source bervariasi antara port parallel satu dengan yang lainnya. Berdasarkan data sheet kemampuan arus Sink / Source bermacam – macam

  • Sink / Source 6mA
  • Source 12mA Sink 20mA
  • Sink 16mA Source 4mA
  • Sink / Source 12mA

Dengan keterbatasan arus port parallel maka diperlukan rangkaian buffer (penyangga) sehingga tidak membebani arus dari port parallel untuk menyuplai rangkaian luar.

Alamat – Alamat Port Parallel

  • Alamat (dalam format Hexa) 3BC-3BF = Digunakan untuk Port Parallel yang terpadu dengan kartu – kartu Video, tidak mendukung – mendukung alamat alamt ECP
  • Alamat (dalam format Hexa) 378-37F = Biasa digunakan untuk LPT1
  • Alamat (dalam format Hexa) 278-27F = Biasa digunakan untuk LPT2

Alamat dasar 3BCh pertama kali diperkenalkan sebagai alamat port parallel pada card – card video lama.LPT1 biasanya memiliki alamat dasar 378, sedangkan alamat LPT2 adalah 278. ini adalah alamat umum yang biasa dijumpai, namun alamat dasar ini bisa berlainan antara satu komputer dengan komputer lainnya.

Setelah diketahui alamat dari port parallel, maka dapat ditentukan alamat DP (Data Printer), PC (Printer Control) dan PS (Printer Status). Alamat DP adalah base address dari port parallel tersebut, alamat PS adalah (base address + 1), sedangkan alamat PC adalah (base address +2).

List dibawah adalah tabel alamat untuk DP, PC dan PS dengan LPT mempunyai base address 378h

  1. LPT1 DP = Alamat Register 378h / 888
  2. LPT1 PS = Alamat Register 379h / 889
  3. LPT1 PC = Alamat Register 37Ah / 890

Register - register Port Parallel

Register Data Port Parallel ( 378h )

  • Bit 7 (Data 7)
  • Bit 6 (Data 6)
  • Bit 5 (Data 5)
  • Bit 4 (Data 4)
  • Bit 3 (Data 3)
  • Bit 2 (Data 2)
  • Bit 1 (Data 1)
  • Bit 0 (Data 0)

Register Status Port Parallel ( 378h )

  • Bit 7 (Busy’)
  • Bit 6 (Ack)
  • Bit 5 (Paper Out)
  • Bit 4 (Select)
  • Bit 3 (Error)
  • Bit 2 (IRQ’)
  • Bit 1 (Not Used)
  • Bit 0 (Not Used)

Register Kontrol Port Parallel ( 378h )

  • Bit 7 (Not Used)
  • Bit 6 (Not Used)
  • Bit 5 (Aktivasi Port Dwi Arah)
  • Bit 4 (Aktivasi IRQ melalui jalur Ack)
  • Bit 3 (Select In’)
  • Bit 2 (Reset / Inisialisasi)
  • Bit 1 (Autofeed’)
  • Bit 0 (Strobe’)

Mode – Mode Port Parallel Dalam Bios

Saat ini kebanyakan port parallel merupakan port – port dengan beragam mode dan normalnya dapat dikonfigurasi melalui perangkat lunak. Mode – modenya meliputi :

a. Mode Printer (Default / Normal Mode)

Mode Printer merupakan mode yang paling dasar dan merupakan port parallel standard satu arah. Tidak ada fitur dwi – arah sehingga bit-5 pada port kontrol tidak digunakan

b. Mode Standard & Bi-directional (SPP)

Mode ini merupakan mode dwi-arah. Menggunakan mode ini berarti bit-5 difungsikan untuk membalikkan arah port sehingga dapat membaca kembali nilai yang diberikan pada jalur port data parallel

c. Mode EPP1.7 and SPP

Mode ini merupakan suatu kombinasi dari mode EPP1.7 (Enhanched Parallel Port) dan SPP. Pada mode ini diperbolehkan untuk mengakses register – register SPP (data, status, kontrol) serta register – register EPP. Pada mode ini juga diperbolehkan untuk membalikkan arah port menggunakan bit-5 dari register kontrol. EPP1.7 merupakan versi awal dari EPP yang belum dilengkapi dengan bit untuk time out

d. Mode EPP1.9 and SPP

Seperti mode sebelumnya, hanya saja EPPnya menggunakan versi 1.9 yang sudah dilengkapi dengan bit time-out

e. Mode ECP

Mode ini mempunyai kemampuan tambahan (Extended Capabilities Port). Mode ini dapat diset melalui register kontrol tambahan (Extended Control Register) dari ECP. Hanya saja pada mode ini tidak tersedia mode EPP.

f. Mode ECP and EPP1.7

g. Mode ECP and EPP1.9

Pada kedua mode diatas, tetap menggunakan ECP yang dikombinasi dengan EPP, akan tetapi mode EPP yang digunakan bisa ditentukan lewat ECR (Extended Control Register)nya apakah menggunakan Versi 1.7 atau Versi 1.9

Pengaksesan Port Parallel Dengan VB

Sebelum melangkah lebih jauh, kita harus melihat dulu beberapa keterbatasan dalam VB. Karena VB tidak bisa mengakses hardware secara langsung dalam system operasi windows, maka semua permintaan pengaksesan hardware harus melalui windows.Oleh karena itu harus menggunakan program eksternal untuk melakukan pengaksesan hardware secara langsung pada program. Program tersebut berupa file DLL (Dynamic Link Library)

File DLL ini harus diletakkan (di copy-kan) ke direktori / folder “ //windows/system “ atau diikutkan dalam satu folder program yang kita buat.

File DLL yang akan digunakan nanti adalah "inpout32.dll“ Sebelum kita menggunakan fungsi – fungsi yang ada dalam file DLL ini terlebih dahulu harus di deklarasikan di VB kedalam module.

Cara mendeklarasikannya adalah :

Public Declare Function Inp Lib "inpout32.dll" _

Alias "Inp32" (ByVal PortAddress As Integer) As Integer

Public Declare Sub Out Lib "inpout32.dll" _

Alias "Out32" (ByVal PortAddress As Integer, ByVal Value As Integer)

Jika file DLL tersebut telah dideklarasikan seperti diatas, maka fungsi Out (untuk mengeluarkan data) dan Inp (untuk membaca data) siap digunakan pada VB. Untuk mengirim data pada port parallel, digunakan fungsi Out . Sintak penulisannya adalah sebagai berikut :

Out [Alamat Port], [Nilai]

Perintah diatas membutuhkan dua parameter, yaitu alamat port dan nilai data yang dikirimkan pada port tersebut.Karena tiap port hanya 8 jalur data, maka hanya bisa mengirim nilai maksimum = 255 (FFh/11111111b) ke port yang diinginkan

Contoh berikut mengilustrasikan cara men-set bit ke port parallel

Out &H378, 1 à Men-set bit 0 pada port parallel (alamat 378h)

‘1 = 0000 0001b

Out &H378, 2 à Men-set bit 1 pada port parallel (alamat 378h)

‘2 = 0000 0010b

Out &H378, 4 à Men-set bit 2 pada port parallel (alamat 378h)

‘4 = 0000 0100b

Out &H378, 8 à Men-set bit 4 pada port parallel (alamat 378h)

‘8 = 0000 1000b

Untuk men-set bit lebih dari satu bit

Out &H378, 7 à Men-set bit 0,1,2 pada port parallel (alamat 378h) ‘7 = 0000 0111b

Setiap kita menset bit dengan cara diatas maka keadaan bit yang lainnya akan terhapus, untuk mengatasi hal ini akan diselesaikan dengan bantuan perintah Inp

Cara membaca data dari port parallel adalah sama mudahnya, sintak penulisannya adalah sebagai berikut :

Text1.Text = Inp(&H378)

[Variabel Simpan] = Inp [Alamat Port]

Setelah mengetahui cara membaca data di port parallel, maka dengan bantuan cara tersebut bisa digunakan untuk menset satu bit tertentu tanpa merubah nilai bit lainnya.

Private Sub Command5_Click()

Dim input_sementara, nilai_Baru As Byte

input_sementara = Inp(&H378)

nilai_Baru = input_sementara Or 1

Out &H378, nilai_Baru

End Sub

Download Source Code

Read more ...

Serial Port Computer & Pemrogramannya Dengan VB6.0 Serial Port Computer & Pemrogramannya Dengan VB6.0

Kamis, 20 Agustus 2009
Serial Port Computer & Pemrogramannya Dengan VB6.0

 Ada 2 macam cara komunikasi data serial yaitu Sinkron dan Asinkron. Pada komunikasi data serial sinkron, clock dikirimkan bersama sama dengan data serial, tetapi clock tersebut dibangkitkan sendiri – sendiri baik pada sisi pengirim maupun penerima.Sedangkan pada komunikasi serial asinkron tidak diperlukan clock karena data dikirimkan dengan kecepatan tertentu yang sama baik pada pengirim / penerima.

Pada IBM PC kompatibel port serialnya termasuk jenis asinkron. Komunikasi data serial ini dikerjakan oleh UART (Universal Asynchronous Receiver Transmitter). IC UART dibuat khusus untuk mengubah data parallel menjadi data serial dan menerima data serial yang kemudian dirubah lagi menjadi data parallel.IC UART 8250 merupakan salah satunya. Selain berbentuk IC mandiri berbagai macam mikrokontroller juga ada yang dilengkapi dengan UART, misalnya AT89S51/52/53 atau PIC16F877.

Pada UART, kecepatan pengiriman data ( atau yang sering disebut dengan Baud Rate ) dan fase clock pada sisi transmitter dan sisi receiver harus sinkron.

Untuk itu diperlukan sinkronisasi antara Transmitter dan Receiver. Hal ini dilakukan oleh bit “Start” dan bit “Stop”. Ketika saluran transmisi dalam keadaan idle, output UART adalah dalam keadaan logika “1”.

Ketika Transmitter ingin mengirimkan data, output UART akan diset dulu ke logika “0” untuk waktu satu bit. Sinyal ini pada receiver akan dikenali sebagai sinyal “Start” yang digunakan untuk menyinkronkan fase clocknya sehingga sinkron dengan fase clock transmitter.

Selanjutnya data akan dikirimkan secara serial dari bit yang paling rendah (bit0) sampai bit tertinggi.Selanjutnya akan dikirimkan sinyal “Stop” sebagai akhir dari pengiriman data serial.

Sebagai contoh misalnya akan dikirimkan data huruf “A” dalam format ASCII (atau sama dengan 41 heksa atau 0100 0001.

PENGIRIMAN HURUF “A” TANPA BIT PARITAS

Kecepatan transmisi (baud rate) dapat dipilih bebas dalam rentang tertentu.Baud rate yang umum dipakai adalah 110, 135, 150, 300, 600, 1200, 2400, dan 9600 (bit/perdertik).Dalam komunikasi data serial, baud rate dari kedua alat yang berhubungan harus diatur pada kecepatan yang sama. Selanjutnya harus ditentukan panjang data (6,7 atau 8 bit), paritas (genap, ganjil, atau tanpa paritas), dan jumlah bit “Stop” (1, 1 ½ , atau 2 bit).

Karakteristik Sinyal Port Serial

Standar sinyal komunikasi serial yang banyak digunakan adalah Standar RS232 yang dikembangkan oleh Electronic Industri Association (EIA/TIA) yang pertama kali dipublikasikan pada tahun 1962.Ini terjadi jauh sebelum IC TTL populer sehingga sinyal ini tidak ada hubungan sama sekali dengan level tegangan IC TTL. Standar ini hanya menyangkut komunikasi antara (Data Terminal Equipment – DTE) dengan alat – alat pelengkap komputer (Data Circuit Terminating Equipment – DCE).

Standar sinyal RS232 memiliki ketentuan level tegangan sebagai berikut :

  • Logika 1 disebut ‘Mark’ terletak antara -3 Volt sampai -25 Volt
  • Logika ‘0’ disebut ‘space’ terletak antara +3 Volt samapai +25 Volt.
  • Daerah tegangan antara -3 Volt sampai +3 Volt adalah invalid level, yaitu daerah tegangan yang tidak memiliki level logika pasti sehingga harus dihindari. Demikian juga level tegangan dibawah -25 Volt dan diatas +25 Volt juga harus dihindari karena bisa merusak line driver pada saluran RS232

Gambar dibawah adalah contoh level tegangan RS232 pada pengiriman huruf “A” dalam format ASCII tanpa bit paritas.

Level Tegangan RS232 pada pengiriman huruf “A” Tanpa Bit Paritas.

Flow Control

Jika kecepatan transfer data dari DTE ke DCE (misal dari komputer / modem) lebih cepat dari pada transfer data dari DCE ke DCE (modem ke modem) maka cepat atau lambat kehilangan data akan terjadi karena buffer pada DCE akan mengalami overflow. Untuk itu diperlukan sistem flow control untuk mengatasi masalah tersebut.Ada 2 macam flow control yaitu secara hardware dan secara software.

Flow control secara software atau yang sering disebut dengan Xon (karakter ASCII 17) dan Xoff (karakter ASCII 19).DCE akan mengirimkan Xoff ke komputer untuk memberitahukan agar komputer menghentikan pengiriman data jika buffer pada DCE telah penuh.Jika buffer telah kembali siap menerima data DCE akan mengirimkan karakter Xon ke komputer dan komputer akan melanjutkan pengiriman data sampai data terkirim semua.Keuntungan Flow Control ini adalah hanya diperlukan kabel sedikit karena karakter kontrol dikirim lewat saluran TX RX.

Flow Control secara hardware atau sering disebut RTS / CTS menggunkan dua kabel untuk melakukan pengontrolan.Komputer akan men-set saluran Request to Send (RTS) jika akan mengirimkan data ke DCE. Jika buffer di DCE siap menerima data, maka DCE akan membalas dengan men-set saluran Clear to Send (CTS) dan komputer akan mulai mengirimkan data.Jika buffer telah penuh, maka saluran akan di reset dan komputer akan menghentikan pengiriman data sampai saluran ini di-set kembali.

Konfigurasi Port Serial

Konektor DB-9 pada bagian belakang komputer adalah port serial RS232 yang biasa dinamai dengan COM1 dan COM2.


Keterangan mengenai fungsi saluran RS232 pada konektor DB-9 adalah sebagai berikut :

  1. Received Line Signal Detect, dengan saluran ini DCE memberitahukan ke DTE bahwa pada terminal masukan ada data masuk.
  2. Receive Data, digunakan DTE menerima data dari DCE.
  3. Transmit Data, digunakan DTE mengirimkan data ke DCE.
  4. Data Terminal Ready, pada saluran ini DTE memberitahukan kesiapan terminalnya.
  5. Signal Ground, saluran ground
  6. DCE ready, sinyal aktif pada saluran ini menunjukkan bahwa DCE sudah siap.
  7. Request to Send, dengan saluran ini DCE diminta mengirim data oleh DTE.
  8. Clear to Send, dengan saluran ini DCE memberitahukan bahwa DTE boleh mulai mengirim data.
  9. Ring Indicator, pada saluran ini DCE memberitahukan ke DTE bahwa sebuah stasiun menghendaki hubungan dengannya.

Untuk dapat menggunakan port serial harus diketahui dahulu alamat dari port serial tersebut. Biasanya tersedia dua port serial pada CPU, yaitu COM1 dan COM2. Base Address COM1 biasanya 1016 (3F8h) dan COM2 biasanya 760 (2F8h). Alamat tersebut adalah alamat yang biasa digunakan, tergantung komputer yang digunakan.Tepatnya kita bisa melihat pada peta memori tempat menyimpan alamat tersebut, yaitu memori 0000.0400h untuk COM1 dan 0000.0402h untuk COM2.

Berikut adalah nama – nama register yang digunakan beserta alamatnya.


Keterangan Register

  • RX Buffer , digunakan untuk menampung dan menyimpan data dari DCE.
  • TX Buffer , digunakan untuk menampung dan menyimpan data yang akan dikirim ke port serial.
  • Baud Rate Divisor Latch LSB , digunakan untuk menampung byte bobot rendah untuk pembagi clock pada IC UART agar didapat baud rate yang tepat.
  • Baud Rate Divisor Latch MSB , digunakan untuk menampung byte bobot tinggi untuk pembagi clock pada IC UART sehingga total angka pembagi adalah 4 byte yang dapat dipilih dari 0001h sampai FFFFh.

Berikut adalah tabel angka pembagi yang sering digunakan :


Sebagai catatan, register Baud Rate Divisor Latch ini bisa diisi jika bit 7 pada register Line Control Register diisi 1.

Alasan Penggunaan Port Serial

Dibandingkan dengan menggunakan port parallel penggunaan port serial terkesan lebih rumit. Berikut adalah keuntungan penggunaan port serial dibandingkan penggunaan port parallel.

  1. Pada komunikasi dengan kabel yang panjang, masalah cable loss tidak akan menjadi masalah besar daripada menggunakan kabel parallel. Port serial mentransmisikan “1” pada level tegangan -3 Volt sampai -25 Volt dan “0” pada level tegangan +3 Volt sampai +25 Volt, sedangkan port parallel mentransmisikan “0” pada level tegangan 0 Volt dan “1” pada level tegangan 5 Volt.
  2. Dubutuhkan jumlah kabel yang sedikit, bisa hanya menggunakan 3 kabel yaitu saluran Transmit Data, saluran Receive Data, dan saluran Ground (Konfigurasi Null Modem)
  3. Saat ini penggunaan mikrokontroller semakin populer. Kebanyakan mikrokontroller sudah dilengkapi dengan SCI (Serial Communication Interface) yang dapat digunakan untuk komunikasi dengan port serial komputer.

Pengaksesan Port Serial Pada Visual Basic

Untuk pengaksesan port serial kita dapat mengaksesnya secara langsung menggunakan kontrol MSComm yang telah disediakan Visual basic.Kontrol MSComm menyediakan fisilitas komunikasi antara program aplikasi yang kita buat dengan port serial untuk mengirim atau menerima data melalui port serial.Setiap MSComm hanya menangani satu port serial sehingga jika kita ingin menggunakan lebih dari satu port serial harus digunakan MSComm lain.

Properti MSComm

Jumlah properti pada MSComm sangat banyak, dan hanya beberapa properti yang perlu kita ketahui. Properti yang sering digunakan adalah :

CommPort

Digunakan untuk menentukan nomor port serial yang akan dipakai.

Setting

Digunakan untuk menset nilai baud rate, pariti, jumlah bit data, dan jumlah bit stop.

PortOpen

Digunakan untuk membuka ataupun menutup port serial yang dihubungkan dengan MSComm ini.

Input

Digunakan untuk mengambil data string yang ada pada buffer penerima.

Output

Digunakan untuk menulis data string pada buffer kirim.

Berikut adalah contoh penggunaan properti tersebut

'==============================================

Private Sub Form_Load ()

MSComm1.ComPort = 1

MSComm1.Setting = “9600,N,8,1”

MSComm1.InputLen = 0

MSComm1.PortOpen = True

MSComm1.Output = “ATV1Q0” & Chr$(13)

Do

DoEvents

Buffer$ = Buffer$ & MSComm1.Input

Loop Until InStr (Buffer$, “OK”

& vbCLRF)

MSComm1.PortOpen = False

End Sub

'==============================================

Kode – kode program pada prosedur diatas akan melakukan aksi sebagai berikut :

  • Port serial yang digunakan adalah COM1
  • Setting MSComm adalah : Baud rate 9600, tanpa paritas, jumlah data 8 bit, dan jumlah bit stop adalah 1 bit
  • Memerintahkan kontrol MSComm membaca seluruh isi buffer ketika menggunakan perintah input (MSComm1.InputLen = 0)
  • Membaca port serial
  • Mengirim perintah “ATV1Q0” diikuti ASCII 13 (enter) ke modem
  • Menunggu modem mengirimkan jawaban “OK” ke komputer
  • Menutup port serial

Even Pada MSComm

MSComm hanya mempunyai satu even saja, yaitu even OnComm. Even OnComm dibangkitkan jika nilai properti dari CommEvent berubah yang mengindikasikan telah terjadi even pada port serial baik even komunikasi maupun even error.

Tabel berikut adalah tabel mengenai nilai – nilai dari properti CommEvent, nilai properti ini tidak tersedia pada saat design time, tetapi hanya dapat dibaca pada saat run time.

Berikut adalah contoh penggunaan even OnComm untuk komunikasi menggunakan mikrokontroller. Akan dibaca hanya even comEvReceive saja

'==============================================

Private Static Sub MSComm1_OnComm ()

Dim Buffer As Variant

Select Case MSComm1.CommEvent

Case comEvReceive

If MSComm1.InVufferCount >= 3

then

buffer = CStr (MSComm1.Input)

If Mid (Buffer,1,1) = “0”

then

if Mid (Buffer,2,1)= “K”

then

StatusBar1.Panels

(“Value”).Text = “Value : “ &

Asc(Mid(Buffer,3,1))

StatusBar1.Panels

(“Status”).Text = “Status :

Connect”

End If

End If

End If

End Select

End Sub

'==============================================

Kode – kode program pada prosedur diatas akan melakukan aksi sebagai berikut :

  • Mendeteksi even comEvenReceive, kemudian menentukan apakah sudah diterima tiga buah karakter pada buffer penerima .
  • Menentukan apakah karakter yang diterima adalah karakter “OK”. Jika karakter yang diterima adalah “OK” maka akan diubah nilai “Value” dan nilai “Status” pada properti panel kontrol StatusBar1.

Selamat Mencoba.... God Luck.
Read more ...

Easy Understanding About USB For Beginner's (Part 1)

Kamis, 20 Agustus 2009
Easy Understanding About USB For Beginner's (Part 1)

 Starting out new with USB can be quite daunting. With the USB 2.0 specification at 650 pages one could easily be put off just by the sheer size of the standard.

This is only the beginning of a long list of associated standards for USB. There are USB Class Standards such as the HID Class Specification which details the common operation of devices (keyboards, mice etc) falling under the HID (Human Interface Devices) Class - only another 97 pages.

If you are designing a USB Host, then you have three Host Controller Interface Standards to choose from. None of these are detailed in the USB 2.0 Spec.

Why we use USB?

  • Setup takes a long time and is confusing
  • Frequent PC crashes
  • Cables clutter with devices conflicts
  • Inaccessible Connectors
  • Poor hot-plug support

The USB Solution

  • Easy of Use
  • One interface for many devices
  • Automatic Configuration
  • Easy to connect
  • Easy Cables
  • Hot Pluggable
  • No User and Jumper Setting
  • No power supply required (sometime)

USB Speed And Standard

  •  USB 1.0 (Released in January 1996) and USB 1.1 (Released in September 1998) are old standards / protocols , USB 1.1 can switch over 2 speeds: Low speed & Full speed.

  •  USB 2.0 (Release in April 2000) is the actual standard (not "high speed"). USB 2.0 provides compatibility with USB 1.1 . USB 2.0 can switch over 3 speeds:



  1.  Low sped 1.5 Mbps, app. 192 Kilobyte/sec
  2.  Full speed 12 Mbps, app. 1,5 Megabyte/sec
  3.  High speed 480 Mbps, app. 61 Megabyte/sec

USB VS Other Systems

Architecture Of The USB

The topology of USB is based on “tiered star topology” , single host controller and up to 127 'slave' devices.

The host controller is connected to a hub, untegrated within the PC, which allows a number of attachment points.

A device can be plugged into a hub, and that hub can be plugged into another hub and so on. However the maximum number of tiers permitted is six.

The length of any cable is limited to 5 metres. This limitation is expressed in the specification in terms of cable delays etc, but 5 metres can be taken as the practical consequence of the specification.


Typical 4-Port USB Hub

Host Is A Master

All communications on this bus are initiated by the host. This means, for example, that there can be no communication directly between USB devices.

A device cannot initiate a transfer, but must wait to be asked to transfer data by the host. The only exception to this is when a device has been put into 'suspend' (a low power state) by the host then the device can signal a 'remote wakeup'.

Cables - Electrical


USB cables have been designed to ensure correct connections are always made.

  • USB requires a shielded cable containing 4 wires.
  • Two of these, D+ and D-, form a twisted pair responsible for carrying a differential data signal, as well as some single-ended signal states. (For low speed the data lines may not be twisted.)
  • The signals on these two wires are referenced to the (third) GND wire.
  • The fourth wire is called VBUS, and carries a nominal 5V supply, which may be used by a device for power

Makeup of USB Cables

Connectors

"A" receptacles point downstream from a Host or Hub, while "B" receptacles point upstream from a USB device or hub.

Series A plugs mate with A receptacles, and B plugs mate with B receptacles.


USB is a BUS

What we need to remember!,

At any point in time, only the host OR one device can be transmitting at a time. When the host is transmitting a packet of data, it is sent to every device connected to an enabled port. Only one device, the addressed one, actually accepts the data. (The others all receive it but the address is wrong for them.)

Read more ...

Easy Understanding About USB For Beginner's (Part 2)

Kamis, 20 Agustus 2009
Easy Understanding About USB For Beginner's (Part 2)

Transceivers

At each end of the data link between host and device is a transceiver circuit.
By upstream, we mean the end nearer to the host. The upstream end has two 15K pull-down resistors.


Upstream End Transceivers

The equivalent downstream end transceiver, as found in a device.
When receiving, individual receivers on each line are able to detect Single Ended Zero (SE0) condition, where both lines are low, can be detected. There is also a differential receiver for reliable reception of data.


Downstream End Transceivers

Speed Identification

At the device end of the link a 1.5 kohm resistor pulls one of the lines up to a 3.3V supply derived from VBUS. This is on D- for a low speed device, and on D+ for a full speed device. (A high speed device will initially present itself as a full speed device with the pull-up resistor on D+.) The host can determine the required speed by observing which line is pulled high.


Line States

1. Detached

When no device is plugged in, the host will see both data lines low, as its 15 kohm resistors are pulling each data line low.


2. Attached

When the device is plugged in to the host, the host will see either D+ or D- go to a '1' level, and will know that a device has been plugged in.

The '1' level will be on D- for a low speed device, and D+ for a full (or high) speed device.


3. Idle

The state of the data lines when the pulled up line is high, and the other line is low, is called the idle state. This is the state of the lines before and after a packet is sent.

4. J , K - State

The 'J State' is the same polarity as the idle state (the line with the pull-up resistor is high, and the other line is low), but is being driven to that state by either host or device. The K state is just the opposite polarity to the J state.

5. Single Ended Zero (SE0)

The Single Ended Zero (SE0) is when both lines are being pulled low.

6. Single Ended One

This is the illegal condition where both lines are high. It should never occur on a properly functioning link.


7. Reset

When the host wants to start communicating with a device it will start by applying a 'Reset' condition.

The Reset condition involves the host pulling down both data lines to low levels (SE0) for at least 10 ms. The device may recognise the reset condition after 2.5 us.

This 'Reset' should not be confused with a micro-controller power-on type reset. It is a USB protocol reset to ensure that the device USB signaling starts from a known state.


8. EOP-Signal

The End of Packet (EOP) is an SE0 state for 2 bit times, followed by a J state for 1 bit time.


9. Suspend

One of the features of USB which is an essential part of today's emphasis of 'green' products is its ability to power down an unused device. It does this by suspending the device, which is achieved by not sending anything to the device for 3 ms.


10. Resume

When the host wants to wake the device up after a suspend, it does so by reversing the polarity of the signal on the data lines for at least 20ms. The signal is completed with a low speed end of packet signal.


11. Keep Alive Signal

This is represented by a Low speed EOP. It is sent at least once every millisecond on a low speed link, in order to keep the device from suspending.

Packet Data

The packet (as the smallest element of data transmission) conveys an integral number of bytes at the current transmission rate.

A packet starts with a sync pattern to allow the receiver bit clock to synchronise with the data. It is followed, by the data bytes of the packet, and concluded with an End of Packet (EOP) signal. The data is actually NRZI encoded, and in order to ensure sufficiently frequent transitions, a zero is inserted after 6 successive 1's (this is known as bit stuffing)

Some Terminology of USB Communication

  • Endpoints

Each USB device has a number of endpoints. Each endpoint is a source or sink of data. A device can have up to 16 OUT and 16 IN endpoints. OUT always means from host to device. IN always means from device to host.

  • Pipe

A logical data connection between the host and a particular endpoint

  • Transaction

Simple transfers of data called 'Transactions' are built up using packets.

PID (Packet Identifier)

The first byte in every packet is a Packet Identifier (PID) byte. This byte needs to be recognised quickly by the SIE and so is not included in any CRC checks

The PID itself is 4 bits long, and the 4 bits are repeated in an complemented form.

There are 17 different PID values defined

Token = xx01

Data = xx11

Handshake = 10

Special = xx00

TOKEN Packet


Used for SETUP, OUT and IN packets. They are always the first packet in a transaction, identifying the targeted endpoint, and the purpose of the transaction.

The SOF packet is also defined as a Token packet, but has a slightly different format and purpose.

This device address can address up to 127 devices (Only 7 bit) , Endpoint number (4 bits) There can be up to 16 possible endpoints in a device in each direction. The direction is implicit in the PID. OUT and SETUP PIDs will refer to the OUT endpoint, and an IN PID will refer to the IN endpoint.

DATA Packet

Used for DATA0, DATA1, DATA2 and MDATA packets. If a transaction has a data stage this is the packet format used.

DATA0 and DATA1 are only used for Low and Full speed links.

DATA2 and MDATA are only used for High speed links.


HANDSHAKE Packet


ACK Receiver acknowledges receiving error free packet.

NAK Receiving device cannot accept data or transmitting device cannot send data.

STALL Endpoint is halted, or control pipe request is not supported.

NYET No response yet from receiver (high speed only)

SOF Packet

The Start of Frame packet is sent every 1 ms on full speed links. The frame is used as a time frame in which to schedule the data transfers which are required. For example, an isochronous endpoint will be assigned one transfer per frame.

On a low speed link, to preserve bandwidth, a Keep Alive signal is sent every millisecond, instead of a Start of Frame packet. In fact Keep Alives may be sent by a hub on a low speed link whenever the hub sees a full speed token packet.

Read more ...

Rahasia Dibalik Kepingan Hard Disk Dan Komponen Penyusunnya

Kamis, 20 Agustus 2009
Rahasia Dibalik Kepingan Hard Disk Dan Komponen Penyusunnya

A. jenis - Jenis Hard Disk

Hard disk atau bisa disebut juga hard drive, fixed disk, HDD, atau cukup hard disk saja, adalah media yang digunakan untuk menyimpan file sistem dan data dalam komputer. Hard disk terdiri atas tiga bagian utama, yaitu piringan magnetik, bagian mekanis, serta head untuk membaca data. Piringan tersebut digunakan untuk menyimpan data, sedangkan bagian mekanis bertugas memutar piringan tersebut.


Jenis hard disk bermacam-macam, tergantung pada kategori yang digunakan. Misalnya, berdasarkan jenis interface-nya, tingkat kece­patan transfer data, serta kapasitas penyimpanan data.

Jenis interface yang terdapat pada hard disk bermacam-macam, yaitu ATA (IDE, EIDE), Serial ATA (SATA), SCSI (Small Computer System Interface), SAS, IEEE 1394, USB, dan Fibre Channel. Jenis interface menentukan tingkat data rate atau kecepatan transfer data. Misalnya, hard disk SCSI memiliki kecepatan transfer ± 5 MHz, artinya mampu melakuan transfer data hingga 5 Mb per detik.

Di antara sekian banyak jenis interface, hanya tiga jenis hard disk yang sering digunakan, yaitu IDE, SATA, dan SCSI. Hard disk SCSI biasanya banyak digunakan pada server, workstation, dan komputer Apple Macintosh mulai pertengahan tahun 1990-an hingga sekarang. Sedangkan hard disk yang banyak digunakan pada komputer personal (PC) adalah jenis SATA.

ATA

AT Attachment (ATA) adalah antarmuka standar untuk menghu­bungkan peranti penyimpanan seperti hard disk, drive CD-ROM, atau DVD-ROM di komputer.

ATA singkatan dari Advance Technology Attachment. Standar ATA dikelola oleh komite yang bernama X3/INCITS T13. ATA juga memiliki beberapa nama lain, seperti IDE dan ATAPI. Karena diperkenalkannya versi terbaru dari ATA yang bernama Serial ATA, versi ATA ini kemudian dinamai Parallel ATA (PATA) untuk membedakannya dengan versi Serial ATA yang baru.

Parallel ATA hanya memungkinkan panjang kabel maksimal hanya 18 inchi (46 cm) walaupun banyak juga produk yang tersedia di pasaran yang memiliki panjang hingga 36 inchi (91 cm). Karena jaraknya pendek, PATA hanya cocok digunakan di dalam komputer saja. PATA sangat murah dan lazim ditemui di komputer.


Nama standar ini awalnya adalah PC/AT Attachment. Fitur utamanya adalah bisa mengakomodasi koneksi langsung ke ISA BUS 16-bit sehingga dinamai AT Bus. Nama ini kemudian disingkat menjadi AT Attachment untuk mengatasi masalah hak cipta.


SATA

SATA adalah pengembangan dari ATA. SATA didefinisikan sebagai teknologi yang didesain untuk menggantikan ATA secara total. Adapter dari serial ATA mampu mengakomodasi transfer data dengan kecepatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan ATA sederhana.


Antarmuka SATA generasi pertama dikenal dengan nama SATA/150 atau sering juga disebut sebagai SATA 1. SATA 1 berkomunikasi dengan kecepatan 1,5 GB/s. Kecepatan transfer uncoded-nya adalah 1,2 GB/s. SATA/150 memiliki kecepatan yang hampir sama dengan PATA/133, namun versi terbaru SATA memiliki banyak kelebihan (misalnya native command queuing) yang menyebabkannya memiliki kecepatan lebih dan kemampuan untuk melakukan bekerja di ling­kungan multitask.

Di awal periode SATA/150, para pembuat adapter dan drive meng­gunakan bridge chip untuk mengonversi desain yang ada dengan antarmuka PATA. Peranti bridge memiliki konektor SATA dan memiliki beberapa konektor daya. Secara perlahan-lahan, produk bridge mengakomodasi native SATA. Saat ini kecepatan SATA adalah 3GB/s dan para ahli sekarang sedang mendesain teknologi untuk SATA 6GB/s.

Beberapa fitur SATA adalah:

  • SATA menggunakan line 4 sinyal yang memungkinkan kabel yang lebih ringkas dan murah dibandingkan dengan PATA.
  • SATA mengakomodasi fitur baru seperti hot-swapping dan native command queuing.
  • Drive SATA bisa ditancapkan ke kontroler Serial Attached SCSI (SAS) sehingga bisa berkomunikasi dengan kabel fisik yang sama seperti disk asli SAS, namun disk SAS tidak bisa ditancapkan ke kontroler SATA.

Kabel power dan kabel SATA mengalami perubahan yang cukup signifikan dibandingkan kabel Parallel ATA. Kabel data SATA menggunakan 7 konduktor di mana 4 di antaranya adalah line aktif untuk data. Oleh karena bentuknya lebih kecil, kabel SATA lebih mudah digunakan di ruangan yang lebih sempit dan lebih efisien untuk pendinginan.

SCSI

SCSI (Small Computer System Interface) dibaca “skasi” adalah standar yang dibuat untuk keperluan transfer data antara komputer dan periferal lainnya. Standar SCSI mendefinisikan perintah-perintah, protokol dan antarmuka elektrik dan optik yang diperlukan. SCSI menawarkan kecepatan transfer data yang paling tinggi di antara standar yang lainnya.

Penggunaan SCSI paling banyak terdapat di hard disk dan tape drive. Namun, SCSI juga terdapat pada scanner, printer, dan peranti optik (DVD, CD, dan lainnya). Standar SCSI digolongkan sebagai standar yang device independent sehingga secara teoritis SCSI bisa dite­rapkan di semua tipe hardware.


Berdasarkan tingkat kecepatan putarannya, hard disk jenis IDE memiliki kecepatan putaran 5.400 rpm dan 7.200 rpm. Sedangkan hard disk SCSI mampu berputar antara 10.000 s.d. 12.000 rpm.

Tingkat kecepatan putaran piringan hard disk diukur dalam satuan RPM (rotation per minute/putaran per menit). Semakin cepat putaran hard disk, maka jumlah data yang dapat dibaca oleh head semakin banyak. Demikian pula sebaliknya.

Beberapa merek hard disk yang banyak digunakan, antara lain Western Digital (WDC), Quantum, Seagate, Maxtor, Samsung, IBM, Toshiba, dan Hitachi.

B. Kapasitas Hard Disk

Kapasitas hard disk merupakan hal penting bagi pengguna komputer terutama bagi para pengguna komputer yang banyak menggunakan berbagai aplikasi 'berat'. Aplikasi semisal desain grafis dan animasi, membutuhan banyak ruang hard disk guna menyimpan file peker­jaannya.

Berdasarkan kapasitas penyimpanannya, jenis hard disk sangat ber­agam. Kapasitas hard disk biasanya dinyatakan dalam satuan GB (Gigabyte) atau 1000 MB (Megabyte), misalnya 40 GB, 80 GB, 120 GB, dan sebagainya. Bahkan saat ini juga telah tersedia hard disk dengan daya simpan hingga sekian Terrabyte atau 1000GB. Kapasitas hard disk yang tersedia di pasaran umumnya cenderung meningkat seiring dengan perkembangan teknologi komputer.

Peningkatan kapasitas hard disk yang sangat cepat menyebabkan harga per MB menjadi sangat murah. Hal ini memungkinkan para pembuat software dan sistem operasi membuat perangkat yang lebih canggih.

Cara utama meningkatkan waktu pengaksesan adalah dengan me­ningkatkan waktu throughput. Adapun untuk meningkatkan kapasitas penyimpanannya, yang harus ditingkatkan adalah kerapatan area di platter.

Kerapatan di area platter ditentukan oleh 2 faktor, yakni kerapatan perekaman (recording density) dan kerapatan track (track density). Kerapatan track mengatur jumlah track yang bisa dipaketkan dalam satu area sementara kerapatan perekaman mengukur jumlah data yang bisa disimpan dalam satu area fisik tertentu.

Pabrikan hard disk saat ini lazim menuliskan ukuran dalam bentuk standar internasional “mega”, “giga”, dan “tera” setelah sebelumnya berbasis binary.

C. Karakteristik Hard Disk

Masing-masing hard disk memiliki karakteristik tersendiri. Karakteristik ini meliputi ukuran fisik hard disk, daya simpan, tingkat konsumsi daya, tingkat transfer rate, dan sebagainya.

Kapasitas hard disk saat ini biasanya dinyatakan dalam satuan Gigabytes. Pada beberapa jenis hard disk model lama, masih meng­gunakan satuan Megabytes.

Ukuran fisik hard disk biasanya dinyatakan dalam satuan inchi. Hard disk yang ada saat ini umumnya memiliki ukuran 3.5” atau 2.5” yang digunakan pada komputer dekstop dan laptop. Hard disk dengan ukuran 2.5” memiliki kecepatan dan daya simpan yang lebih rendah, namun lebih ekonomis dalam hal konsumsi daya listrik dan relatif lebih tahan terhadap guncangan. Pada awal tahun 2007, hard disk SATA dan SAS 2.5” mulai dijual untuk keperluan komputer desktop dan server.


Revolusi ukuran fisik hard disk secara signifikan dapat dilihat pada hard disk ATA-7 LIF 1.8”—yang digunakan pada perangkat digital audio player dan subnotebooks—dengan kapasitas hingga 100GB, tingkat konsumsi daya yang rendah, serta sangat tahan terhadap guncangan. Sebagai perbandingan, hard disk ukuran 1.8” standar yang digunakan pada slot PCMCIA sebelumnya hanya mampu me­nampung 2 s.d. 5 GB saja.

Selanjutnya, berbagai media penyimpanan berukuran 1” mulai digunakan, misalnya kartu memory CF tipe II yang biasa terpasang pada kamera digital dan perangkat portabel.


Dalam hal tingkat operasi baca tulis (input/output, I/O) per detik, hard disk modern saat ini sudah mampu melakukan 50 akses random atau 100 kali akses secara sekuensial per detik.

Karakteristik hard disk yang lain, yaitu tingkat konsumsi daya, tingkat nouse (dalam ukuran dBA), daya tahan terhadap guncangan, serta tingkat transfer rate (kecepatan transfer rata-rata). Nilai transfer rate hard disk umumnya berkisar antara 44.2 MB/detik hingga 111.4 MB/detik. Sedangkan random access time (kecepatan akses acak) berkisar antara 5 ms hingga 15 ms.

D. Cara Kerja Hard Disk

Hard disk menyimpan data dalam piringan dengan pola tertentu yang disebut sector dan track. Track adalah lingkaran konsentris (concentric circles), sedangkan sector adalah salah satu bagian dalam track tersebut. Data yang tersimpan di dalamnya dapat dibaca kembali dengan cara mendeteksi pola tersebut.


Dalam gambar ilustrasi di atas, track merupakan bagian yang berwarna terang yang mengelilingi hard disk, sedangkan sector adalah bagian kecil yang berwarna gelap. Sebuah sector terdiri atas byte tertentu, misalnya 256 atau 512. Kumpulan beberapa sector disebut dengan istilah cluster. Track dan sector dibuat ketika hard disk tersebut diformat.

Hard disk umumnya terdiri atas sebuah spindle yang merupakan pusat atau sumbu bagi sejumlah piringan tersebut dan sering disebut juga dengan istilah platter, tempat menyimpan data, platter motor, rangkaian elektronis atau circuit board, serta cover penutup yang melindungi komponen bagian dalam hard disk.

Platter terbuat dari bahan non-magnetik biasanya kaca atau alu­minium dan dilapisi dengan lapisan magnetik. Pada jenis hard disk model lama biasanya masih menggunakan iron oxide sebagai bahan magnetiknya. Sedangkan hard disk saat ini kebanyakan sudah meng­gunakan bahan lain, yaitu cobalt-based alloy.

Saat hard disk bekerja, platter tersebut berputar dengan kecepatan yang sangat tinggi. Data ditulis dan dibaca ke dalam platter melalui read-and-write head yang berada sangat dekat dengan permukaan platter tersebut, dengan cara mendeteksi dan mengatur tingkat magnetis pada permukaan platter secara cepat.

Platters dan head
Read-and-write head
Circuit board pada hard disk

Kapasitas penyimpanan pada sebuah hard disk tergantung pada jumlah platter yang dimilikinya. Semakin banyak jumlah platter, maka kapasitas hard disk biasanya juga semakin besar. Sebagai gambaran, hard disk umumnya memiliki tiga platter dan enam read-and-write head.

Gambar-gambar dari komponen hard disk bisa Anda lihat sebagai berikut.

Cover penutup hard disk


Platter, head, dan spindle hub motor


Platter motor coil


Komponen hard disk yang telah diurai

Spindel hard disk menggunakan tekanan udara di dalam hard disk untuk mendukung bagian head agar bisa mengapung ketika platter hard disk sedang bergerak. Lingkungan luar terhubung ke hard disk melalui lubang kecil yang terletak di wadah hard disk tersebut. Lubang tersebut sangat kecil dengan diameter hanya ½ mm.

Oleh karena menggunakan tekanan udara, hard disk biasa tidak bisa dioperasikan di ketinggian yang ekstrim (di atas 3000 meter), untuk keperluan tertentu ada hard disk khusus untuk keperluan peng­operasian di ketinggian.

Read more ...